PRINSIP-PRINSIP PENCEGAHAN CEDERA OLAHRAGA


   

   Menurut William E. Prentice (2011), Prinsip pencegahan cedera ialah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya cedera saat beraktivitas fisik atau olahraga yang mencakup persiapan tubuh yang baik, seperti melakukan pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya.

1.       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi III tahun 2003, upaya adalah "usaha; ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar); daya upaya".

Sementara itu, Poerwadarminta dalam bukunya tahun (1991:574) mendefinisikan upaya sebagai "usaha untuk menyampaikan maksud, akal, dan ikhtiar".

Dari kedua definisi ini, dapat disimpulkan bahwa upaya mencakup segala bentuk usaha, akal, atau ikhtiar yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan, memecahkan masalah, atau mencari solusi atas suatu persoalan.

2.      Hanafi (2006:1) Mendefinisikan risiko sebagai bahaya, akibat, atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Dengan demikian, upaya mengurangi risiko melibatkan tindakan preventif dan korektif untuk mengendalikan atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya atau kerugian tersebut.

3.      Riskesdas (2013) mendefinisikan cedera sebagai kerusakan fisik pada tubuh manusia yang tidak terduga dan tidak dapat ditoleransi sebelumnya, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gambar: Cedera Lutut

4.      Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) mendefinisikan aktivitas fisik sebagai gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi, dan berdasarkan intensitasnya, aktivitas fisik dibagi menjadi ringan, sedang, dan berat.

Thomas, Nelson, dan Silverman (2005:305) menyatakan bahwa aktivitas fisik mencakup semua bentuk gerakan yang dilakukan dalam pekerjaan, latihan, perawatan rumah dan keluarga, serta kegiatan lainnya yang meningkatkan pengeluaran energi.

Gambar: Aktivitas Fisik


5.      Menurut Hamalik (2008), persiapan atau kesiapan adalah tingkatan atau keadaan yang harus dicapai dalam proses perkembangan individu, mencakup aspek pertumbuhan mental, fisik, sosial, dan emosional.

6.      Menurut Sukadiyanto (2011:20), pemanasan adalah kegiatan yang mempersiapkan kondisi fisik dan psikis atlet sebelum memasuki inti latihan, serta bertujuan untuk menghindari cedera. Selain itu, pemanasan dirancang untuk meningkatkan penampilan fisik, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kebugaran. Pemanasan umumnya digunakan dalam program pengajaran olahraga atau latihan fisik, menggabungkan aspek fisiologis dan psikologis yang diarahkan pada tugas latihan berikutnya.

Gambar: Pemanasan Latihan Fisik

7.      Menurut Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), pendinginan bertujuan mengembalikan kondisi tubuh dan detak jantung ke normal secara perlahan setelah aktivitas fisik.

 American Council on Exercise (ACE) menyatakan bahwa pendinginan membantu menormalkan fungsi fisiologis tubuh yang berubah selama latihan intens, seperti detak jantung dan aliran darah.

 

Gambar: Pendinginan Latihan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian, Fungsi, Peran, dan Tujuan dalam sport medicine

Analisis Video Insiden Cedera Atlet Anggar Kim junho

METODE RICE PENANGAN AWAL CEDERA